Lab Service
OMSA Clinic laboratory offers precise and reliable diagnostic services. With advanced technology and expert staff, we provide a wide range of tests to support accurate medical diagnoses and optimal patient care.
Tes skrining untuk mengetahui antibodi terhadap virus HIV, menggunakan sampel darah vena, dilakukan di laboratorium menggunakan metode rapid test. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi.
Bleeding Time (BT) adalah pemeriksaan pukuran hemostasis dan koagulasi. Hal ini tergantung pada efisiensi jaringan dalam mempercepat proses koagulasi, fungsi trombosit dan integritas dinding pembuluh darah. Ini adalah salah satu indikator awal yang paling penting untuk mendeteksi gangguan perdarahan. Terutama berkaitan dengan trombosit: jumlah trombosit darah yang ada dan kemampuannya untuk membentuk sumbat trombosit.
Tes kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) adalah pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol baik dalam darah. Tes ini penting untuk mendeteksi risiko penyakit jantung.
Tes kolesterol LDL adalah pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein) dalam darah. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.
Tes kolesterol total adalah pemeriksaan untuk mengetahui jumlah kolesterol dalam darah, termasuk kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol baik (HDL). Tes ini juga dikenal sebagai panel lipid atau profil lipid.
Tes feses lengkap adalah pemeriksaan tinja untuk mengetahui penyebab penyakit atau gangguan pencernaan. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan makroskopis, mikroskopis, dan darah samar.
Tes gula darah 1 jam setelah makan adalah pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan 1–2 jam setelah makan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan sensitivitas hormon insulin dalam mengontrol gula darah.
Tes gula darah 2 jam setelah makan adalah pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan 1–2 jam setelah makan. Tes ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan sensitivitas hormon insulin dalam mengontrol gula darah.
Tes glukosa puasa adalah pemeriksaan kadar gula darah setelah berpuasa selama 8–12 jam. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi diabetes, prediabetes, dan diabetes gestasional.
Tes glukosa sewaktu (GDS) adalah pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan tanpa berpuasa. Tes ini dapat dilakukan kapan saja dan tidak memerlukan persiapan khusus.
Tes toleransi glukosa (TTGO) adalah pemeriksaan untuk mengetahui kemampuan tubuh dalam mengatur kadar glukosa darah setelah mengonsumsi glukosa. Tes ini dapat digunakan untuk mendeteksi diabetes, diabetes gestasional, dan prediabetes.
Tes golongan darah A, B, O, Rhesus adalah pemeriksaan untuk mengetahui jenis golongan darah seseorang. Tes ini penting dalam berbagai situasi medis, seperti transfusi darah, transplantasi organ, dan perencanaan kehamilan.
Tes HbA1c adalah pemeriksaan darah untuk mengukur kadar gula darah rata-rata dalam 2–3 bulan. Tes ini juga disebut hemoglobin terglikasi, hemoglobin A1c, atau glikosilasi hemoglobin.
Hepatitis B surface antigen atau tes HBsAg adalah tes darah yang dilakukan untuk mendeteksi antigen permukaan virus hepatitis B. Prosedur pemeriksaan HBsAg bertujuan untuk melakukan diagnosis serta melakukan deteksi dini penyakit hepatitis B yang dapat menyebabkan peradangan pada organ hati.
Hematologi rutin merupakan penilaian dasar untuk beberapa komponen darah. Mulai dari komponen eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih) hingga komponen trombosit (sel terkecil dari darah).
Tes laju endap darah adalah pemeriksaan untuk mengukur waktu yang dibutuhkan sel darah merah untuk menggumpal atau mengendap ke dasar tabung reaksi.
Microalbuminuria adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur kadar albumin dalam urine ( dalam jumlah yang kecil).
SGOT merupakan suatu enzim yang terdapat di dalam tubuh. SGOT ini umumnya ditemukan di jantung, ginjal otak, otot, dan hati (liver).
Tes kehamilan adalah cara untuk mengidentifikasi apakah seseorang hamil atau tidak. Cara kerja tes kehamilan adalah dengan mendeteksi hormon HCG atau human chorionic gonadotropin. Hormon HCG adalah hormon yang dibutuhkan untuk mendukung kehamilan. Jika seseorang hamil, kadar HCG dalam tubuhnya akan meningkat.
Tes SGPT (serum glutamic pyruvic transaminase) adalah tes darah yang memeriksa kerusakan hati.
Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang mengalir di dalam darah. Zat tersebut berfungsi menyimpan kalori dan menyediakan energi untuk tubuh.
Pemeriksaan ureum atau tes nitrogen urea darah adalah tindakan untuk mengukur jumlah nitrogen urea di dalam darah.
Tes urine atau urinalisis adalah jenis pemeriksaan medis yang menggunakan urine untuk mengidentifikasi masalah kesehatan. Pemeriksaan ini biasanya dokter minta untuk mendiagnosis gangguan pada saluran kemih.
Waktu pembekuan (clotting time, CT) merupakan pemeriksaan untuk melihat berapa lama waktu yang diperlukan untuk proses pembekuan darah. Test waktu pembekuan digunakan untuk menentukan lamanya waktu yang diperlukan darah untuk membeku.
Widal Test digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi yang disebabkan oleh kuman Salmonella sp, yang terbagi kedalam 4 golongan ( Salmonella typhi, salmonella paratyphi A, Salmonella paratyphi B dan Salmonella paratyphi C). Masing masing golongan terdiri atas antigen O yang berasal dari bagian badan kuman (somatic) dan antigen H yang berasal dari flagel kuman. Antigen O lebih tahan terhadap panas, alkohol, dan dapat rusak oleh formaldehyde. Sedangkan antigen H tidak tahan terhadap panas, fenol, dan tahan terhadap formaldehyde.
